Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Di artikel ini kami akan jelaskan terkait dengan Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!. Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak keunikan. Beragam kekayaan berupa kebudayaan maupun sumber tenaga alam bersemayam di Nusantara. Salah satunya ialah kopi. Nyatanya, telah semenjak lama Indonesia terkenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia.

Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Ada banyak variasi kopi yang tersebar di segala penjuru dunia, mulai dari kopi Arabica, Yamen Mocha, Java, Oxaca, dan lain-lain. Tiap-tiap varietas kopi juga mempunyai keunggulan masing-masing meskipun pada dasarnya cuma ada dua ragam kopi, yakni kopi Arabica dan kopi Robusta. Nah, keragaman varietas kopi juga menonjol di Indonesia. Kondisi geografis dari tiap tempat dan proses pengolahan kopi yang berbeda-beda menciptakan kopi yang beragam variasi, umpamanya Kopi Aceh, Kopi Toraja, ataupun Kopi Bali.

Uniknya, Indonesia juga yaitu penghasil salah satu kopi terbaik dan termahal di dunia, adalah kopi luwak. Ini merupakan salah satu citarasa kebanggaan Indonesia yang familiar sampai mancanegara. Siapa saja yang menyukai kopi jenis ekslusif, maka akan mengenal seduhan enak kopi luwak. Kopi ini juga menjadi aset penting bagi Indonesia dalam menghadapi kompetisi ekonomi global.

Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Kopi luwak berhubungan erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda, terutama di Jawa dan Sumatera. Salah satunya yaitu benih kopi Arabica yang didatangkan dari Yaman.

Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel (1830-1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, tetapi penduduk lokal berharap mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Para pekerja itu pada suatu hari mengamati binatang sejenis musang (luwak) yang gemar memakan buah kopi. Uniknya, cuma daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna.

Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Luwak memang senang mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak, termasuk buah kopi, sebagai makanannya. Dia akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak.

Selanjutnya para pekerja kebun membersihkan dan mengolah biji kopi yang dikeluarkan oleh luwak untuk menjadi bubuk kopi. Mulanya mereka memunguti biji kopi didalam kotoran luwak lalu mereka mencuci, menyangrai, dan menumbuknya. Saat diseduh dengan air panas dan diperkenalkan, rupanya rasa kopi itu lebih dan segar. Wewangiannya juga berbeda dengan kopi yang diolah secara umum atau tanpa melewati progres pencernaan luwak.

Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini alhasil tercium oleh orang-orang Beranda pemilik perkebunan. Tidak lama kemudian kopi ini menjadi kegemaran mereka. Sebab kelangkaannya serta pelaksanaan pembuatannya yang tak awam, karenanya kopi luwak menjadi kopi yang mahal semenjak zaman kolonial.

Kisah lainnya timbul dari Tanah Sumatera. Pada permulaan abad ke-19, sejumlah petani di Lampung dipaksa menanam kopi sebagai komoditi andalan. Mereka lalu diwajibkan menyetorkan seluruh hasil panen terhadap pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Pada suatu hari para petani menemukan sebuah cara untuk menikmati kopi hasil panen tersebut. Caranya dengan ngelahang (mengumpulkan) kopi yang jatuh di tanah, termasuk yang berupa kotoran luwak. Merasakan kopi luwak hasil ngelahang, bagi mereka, ialah sebuah kenikmatan tersendiri. Brangkalan (biji-biji kopi yang masih tercampur kotoran luwak) lazimnya banyak ditemukan saat musim panen (kopi). Dapat di dahan, batang, atau tanah. Biji-biji itu dikumpulkan, digiling, lalu diminum karena memang jumlahnya tidak banyak. Sampai kini kebiasaan ngelahang kopi luwak dijalankan sejumlah petani kopi di Lampung Barat dan Sumatera Selatan.

Proses Fermentasi

Kopi luwak merupakan minuman autentik Indonesia yang menyebar di Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Jawa. Kopi luwak adalah jenis kopi Arabica yang sering kali dimakan luwak (Paradoxorus hermaphroditus) atau diketahui juga sebagai luak, musang, dan rase, atau careuh (bahasa Sunda), di beberapa daerah. Luwak memilih buah kopi yang memiliki tingkat kematangan yang optimum menurut rasa dan aroma. Ia memakannya dengan mengupas kulit luarnya dengan mulut, lalu menelan lendir serta bijinya.

Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Biji kopi yang masih terbungkus kulit ari yang keras (kulit tanduk atau parchment) tak hancur dalam pencernaan luwak. Cara ini terjadi sebab sistem pencemaan luwak yang sederhana sehingga biji kopi masih utuh terbungkus kulit tanduk luwak dikala keluar bersama feses.

Uniknya, pada dikala biji berada dalam cara pencernaan luwak terjadi pelaksanaan fermentasi secara alami selama kurang lebih 10 jam. Proses fermentasi tak umum oleh luwak ini membuat beberapa orang enggan mengkonsumsi kopi luwak sebab jijik atau takut. Berdasarkan, menurut profesor Massiomo Marcone dari Guelpg University, Kanada, kandungan bakteri pada kopi luwak yang telah dioven lebih rendah daripada kopi dengan pelaksanaan awam.

Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Walhasil Massimo, fermentasi pada pencernaan luwak telah meningkatkan mutu kopi sebab berada pada temperatur fermentasi maksimal 24-26 derajat celcius dan dibantu dengan enzim serta bakteri yang ada pada pencernaan hal yang demikian. Bagian, kandungan protein kopi luwak lebih rendah ketimbang kopi awam sebab perombakan protein via fermentasi itu bersifat lebih optimal. Protein rendah inilah yang berperan sebagai pembentuk rasa pahit pada kopi dikala disangrai sehingga kopi luwak tak sepahit kopi biasa. Buktinya yang menguap malah berbeda di antara kopi luwak dan kopi lazim. Kongkritnya, aroma dan citarasa kopi luwak terasa betul-betul khas.

Biji kopi hasil fermentasi kemudian keluar bersamaan dengan feses luwak. Nah, kopi inilah yang dikenal sebagai kopi luwak. Berikutnya biji kopi luwak yang tercampur dengan kotoran-kotoran luwak ini dikumpulkan lalu dicuci bersih sehingga tak ada kotoran tersisa sedikit bahkan. Kopi itu kemudian dijemur di bawah sinar matahari.

Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!

Setelah kopi luwak dijemur, kulit biji kopi harus dibuang. Pembuangan kulit ini segera menonjolkan mutu dan kebersihan dari kopi luwak karena yang dapat dikonsumsi merupakan isi dari biji kopi yang tak bercampur dengan kotoran luwak.

Sekian info seputar Ini Dia Proses Pengolahan Produksi Kopi Luwak yang Patut Diketahui!, semoga post ini bermanfaat buat kalian. Kami berharap artikel ini dibagikan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *