Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Topik kita sekarang yakni Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal. Indonesia yaitu negara yang memiliki banyak keunikan. Berbagai kekayaan berupa kebudayaan ataupun sumber daya alam bersemayam di Nusantara. Salah satunya ialah kopi. Nyatanya, telah sejak lama Indonesia familiar sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia.

 Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Ada banyak macam kopi yang tersebar di seluruh penjuru dunia, mulai dari kopi Arabica, Yamen Mocha, Java, Oxaca, dan lain-lain. Setiap varietas kopi juga memiliki keunggulan masing-masing meski pada dasarnya cuma ada dua jenis kopi, adalah kopi Arabica dan kopi Robusta. Nah, keragaman varietas kopi juga kelihatan di Indonesia. Situasi geografis dari tiap tempat dan cara kerja pengolahan kopi yang berbeda-beda menciptakan kopi yang beragam tipe, contohnya Kopi Aceh, Kopi Toraja, ataupun Kopi Bali.

Uniknya, Indonesia juga ialah penghasil salah satu kopi terbaik dan termahal di dunia, ialah kopi luwak. Ini ialah salah satu citarasa kebanggaan Indonesia yang familiar sampai mancanegara. Siapa saja yang menyukai kopi tipe ekslusif, karenanya akan mengetahui seduhan enak kopi luwak. Kopi ini juga menjadi aset penting bagi Indonesia dalam menghadapi kompetisi ekonomi global.

Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Kopi luwak berhubungan erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada permulaan abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda, lebih-lebih di Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah benih kopi Arabica yang didatangkan dari Yaman.

Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel (1830-1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, tetapi penduduk lokal berkeinginan mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Para pekerja itu pada suatu hari memandang hewan sejenis musang (luwak) yang gemar memakan buah kopi. Uniknya, cuma daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tak tercerna.

Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Luwak memang bersuka cita mencari buah-buahan yang cukup bagus dan masak, termasuk buah kopi, sebagai makanannya. Dia akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak.

Berikutnya para pekerja kebun membersihkan dan mengolah biji kopi yang dikeluarkan oleh luwak untuk menjadi bubuk kopi. Awalnya mereka memunguti biji kopi didalam kotoran luwak lalu mereka mencuci, menyangrai, dan menumbuknya. Saat diseduh dengan air panas dan diperkenalkan, rupanya rasa kopi itu lebih dan segar. Aromanya juga berbeda dengan kopi yang diolah secara awam atau tanpa lewat progres pencernaan luwak.

Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Info mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh orang-orang Beranda pemilik perkebunan. Tidak lama kemudian kopi ini menjadi kegemaran mereka. Karena kelangkaannya serta progres pembuatannya yang tidak biasa, maka kopi luwak menjadi kopi yang mahal sejak zaman kolonial.

Kisah lainnya timbul dari Tanah Sumatera. Pada awal abad ke-19, sejumlah petani di Lampung dipaksa menanam kopi sebagai komoditas andalan. Mereka lalu diwajibkan menyetorkan seluruh hasil panen kepada pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Pada suatu hari para petani menemukan sebuah cara untuk merasakan kopi hasil panen tersebut. Caranya dengan ngelahang (mengumpulkan) kopi yang jatuh di tanah, termasuk yang berupa kotoran luwak. Menikmati kopi luwak hasil ngelahang, bagi mereka, adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Brangkalan (biji-biji kopi yang masih tercampur kotoran luwak) umumnya banyak ditemukan dikala musim panen (kopi). Bisa di dahan, batang, atau tanah. Biji-biji itu dikumpulkan, digiling, lalu diminum sebab memang jumlahnya tidak banyak. Sampai sekarang kultur ngelahang kopi luwak dijalankan sejumlah petani kopi di Lampung Barat dan Sumatera Selatan.

Proses Fermentasi

Kopi luwak yaitu minuman asli Indonesia yang menyebar di Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Jawa. Kopi luwak yaitu ragam kopi Arabica yang sering kali dimakan luwak (Paradoxorus hermaphroditus) atau dikenal juga sebagai luak, musang, dan rase, atau careuh (bahasa Sunda), di sebagian tempat. Luwak memilih buah kopi yang mempunyai tingkat kematangan yang optimum berdasarkan rasa dan wangi-wangian. Dia memakannya dengan mengupas kulit luarnya dengan mulut, lalu menelan lendir serta bijinya.

Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Biji kopi yang masih terbungkus kulit ari yang keras (kulit tanduk atau parchment) tidak hancur dalam pencernaan luwak. Kerja ini terjadi karena sistem pencemaan luwak yang simpel sehingga biji kopi masih utuh terbalut kulit tanduk luwak ketika keluar bersama feses.

Uniknya, pada ketika biji berada dalam metode pencernaan luwak terjadi progres fermentasi secara natural selama kurang lebih 10 jam. Progres fermentasi tidak biasa oleh luwak ini membikin sebagian orang ogah mengonsumsi kopi luwak karena jijik atau takut. Menurut, berdasarkan profesor Massiomo Marcone dari Guelpg University, Kanada, kandungan kuman pada kopi luwak yang telah dioven lebih rendah ketimbang kopi dengan pengerjaan biasa.

Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Kesudahannya Massimo, fermentasi pada pencernaan luwak sudah meningkatkan kwalitas kopi karena berada pada temperatur fermentasi optimal 24-26 derajat celcius dan dibantu dengan enzim serta bakteri yang ada pada pencernaan hal yang demikian. Bagian, kandungan protein kopi luwak lebih rendah ketimbang kopi lazim sebab perombakan protein melalui fermentasi itu bersifat lebih optimal. Protein rendah inilah yang berperan sebagai pembentuk rasa pahit pada kopi saat disangrai sehingga kopi luwak tak sepahit kopi umum. Kongkritnya yang menguap malah berbeda di antara kopi luwak dan kopi lazim. Nyatanya, wewangian dan citarasa kopi luwak terasa sangat khas.

Biji kopi hasil fermentasi kemudian keluar beriringan dengan feses luwak. Nah, kopi inilah yang diketahui sebagai kopi luwak. Selanjutnya biji kopi luwak yang tercampur dengan kotoran-kotoran luwak ini dikumpulkan lalu dicuci bersih sehingga tak ada kotoran tersisa sedikit malah. Kopi itu kemudian dijemur di bawah cahaya sang surya.

Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal

Sesudah kopi luwak dijemur, kulit biji kopi seharusnya dibuang. Pembuangan kulit ini segera menampakkan mutu dan kebersihan dari kopi luwak karena yang dapat dikonsumsi yaitu isi dari biji kopi yang tak bercampur dengan kotoran luwak.

Sekian informasi seputar Sejarah Kopi Luwak Indonesia yang Menjadi Salah Satu Kopi Termahal , kami harap postingan kali ini bermanfaat untuk kalian. Mohon artikel ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *